Survei Produsen Pangan
Survei produsen pangan ini dilakukan kepada semua orang/individu yang terlibat secara langsung dalam proses produksi (menghasilkan, mengadakan, menangkap, membudidayakan, menumbuhkan, mengumpulkan, membuat) pangan mentah dan segar.
Survei ini bertujuan agar pemerintah dapat mengkaji hal berikut:
- Efek pandemi pada kegiatan produksi pangan dan usaha produksi pangan
- Strategi produsen dalam menghadapi efek pandemi
- Faktor-faktor yang dapat memperbaiki produksi pangan dan kesejahteraan produsen
Keluaran dari survei ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pemerintah sehingga dapat merencanakan kebijakan/program yang membantu produsen utama pangan di Provinsi Papua Barat.
Survei ini dilaksanakan secara offline pada bulan November 2020 sampai dengan Mei 2021 di Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Maybrat, Pegunungan Arfak, Sorong, Teluk Bintuni, Teluk Wondama (Kabupaten Maybrat dan Sorong saat ini masuk ke Provinsi Papua Barat Daya). Kami melakukan wawancara dengan mengunjungi responden di lokasi produksi dan beberapa lokasi seperti pasar, distributor, warung makan, kios, restoran, kafe, peternakan, dan lain-lain, untuk meminta produsen pangan berpartisipasi dalam survei. Total responden dalam survei produsen pangan sebanyak 401 responden yang terdiri dari 190 laki-laki dan 211 perempuan dimana 290 responden merupakan Orang Asli Papua (OAP) dan 111 lainnya merupakan non OAP (bukan Orang Asli Papua). Sebagai tambahan, OAP Perempuan sebanyak 168 orang, OAP Laki-laki 122 orang, Non-OAP Perempuan sebanyak 43 orang, dan Non-OAP Laki-laki sebanyak 68 orang.