Dampak COVID-19 terhadap Sistem Pangan di Provinsi Papua Barat
Survei ini telah mendapat izin kerja lapangan dari Satgas COVID-19 setempat dan surat dukungan dari kantor Gubernur. Selama pengambilan data, pencegahan COVID-19 dilakukan sesuai protokol kesehatan yang berlaku, seperti menjaga jarak, menggunakan masker, dan memberikan hand sanitizer kepada responden.
Tahun 2020, pandemi COVID-19 telah melanda Indonesia dan berdampak pada sistem pangan di Indonesia, termasuk Provinsi Papua Barat. Ketahanan pangan menjadi prioritas utama bagi pemerintah Provinsi Papua Barat sehingga pemerintah perlu mendapatkan informasi yang valid terkait gangguan dan dampak COVID-19 ini terhadap sistem pangan.
Center for International Forestry Research (CIFOR), yang didanai oleh USAID Project Conservation and Sustainable Use of Tropical Forest Biodiversity dan United Kingdom Climate Change Unit (UKCCU), bermitra dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Papua Barat, telah melakukan tiga survei terkait sistem pangan di kabupaten/kota Provinsi Papua Barat selama pandemi COVID-19 pada tahun 2020. Data survei ini dimungkinkan masih mencakup kabupaten yang saat ini merupakan bagian dari Papua Barat Daya.
Hasil Survei

Survei Pelaku Rantai Pasok Pangan
Survei ini melibatkan semua individu dalam rantai pasok pangan, dari proses produksi, distribusi, penjualan, hingga pemasaran pangan dan bahan pendukung produksi pangan. Tujuannya untuk mengidentifikasi pelaku dan produk dalam rantai pasok pangan, dampak COVID-19, dan strategi dalam menghadapi COVID-19. Hasil survei diharapkan dapat membantu perencanaan kebijakan pemerintah untuk mendukung pelaku rantai pasok pangan di Papua Barat. Dilaksanakan secara semi-online dari September hingga Desember 2020, melalui pengedaran tautan survei dan kunjungan enumerator ke berbagai tempat.

Survei Produsen Pangan
Survei ini ditujukan kepada individu yang terlibat langsung dalam produksi pangan mentah dan segar. Tujuannya untuk memahami dampak pandemi COVID-19, strategi produsen, dan faktor-faktor peningkatan produksi dan kesejahteraan. Hasilnya diharapkan dapat membantu perencanaan kebijakan pemerintah untuk mendukung produsen pangan utama di Papua Barat. Dilakukan secara offline dari November 2020 hingga Mei 2021, dengan wawancara langsung di lokasi produksi dan kunjungan ke berbagai tempat.

Survei Konsumen Pangan
Survei ini ditujukan kepada konsumen pangan segar dan olahan di Papua Barat yang berusia di atas 18 tahun. Tujuannya untuk menganalisis perilaku konsumsi dan lingkungan pangan sebelum dan sesudah pandemi COVID-19. Hasilnya diharapkan mendukung perbaikan sistem pangan menuju pangan sehat dan berkelanjutan. Dilakukan secara online dari Februari hingga Mei 2021, dengan penyebaran tautan melalui berbagai kanal.

Lihat semua photo
Tim
Pengarah | : | Charlie D. Heatubun |
Peneliti utama | : | Mulia Nurhasan, Ferry Hurulean |
Asisten peneliti | : | Desy Leo Ariesta, Agus Muhammad Maulana, Mahdiyatur Rahmah |
Manajer proyek | : | Heru Komarudin |
Quality control | : | Amy Ickowitz |
Ahli rantai pasok pangan | : | Muhammad Hariyadi Setiawan |
Koordinator Tim Lapang | : | Ferry Hurulean |
Tim Lapang | : | Alfredo, Jhon Gotlief Geisler, Myrdal Kabes, Ricky Sabono, Johanis Daniel Mabruaru, Robin Atariababa, Simon petrus Lefteuw, Alberth Yomo, Rian, Berto, Isak, Marlin Marani, Tiwi, Yohanis Daniel Mabruaru Abbe, Anis, Ave Heatubun, Desi, Emalia Talaubun, Ferry Hurulean, Lia, Lies Bethy Rumbiak, Ronsiwer Awom |
Layout and design | : | Desy Leo Ariesta, Mahdiyatur Rahmah, Renta L. Damanik, Dodi Iriyanto, Faqih Amruddin Y, Christoffel S.I Maweikere, Jhonal Thio |
Mitra





Kontak
BRIDA Provinsi Papua Barat
E-mail: brida@papuabaratprov.go.id
Web: brida.papuabaratprov.go.id
CIFOR-ICRAF
Email: cifor@cifor-icraf.org
Web: www.cifor.org
Peneliti Utama
M.Nurhasan@cifor-icraf.org